Jumat, 16 Desember 2016

Madu Sumbawa – Madu Terbaik dari Tanah Indonesia


Berbicara mengenai madu, tidak lengkap jika tidak dihubungkan dengan pulau sumbawa. Kenapa demikian? Karena pulau sumbawa merupakan daerah terbaik madu di Indonesia dan keberadaan madu di sumbawa sudah terkenal di tanah air kita ini. Madu tersebut dikenal dengan madu sumbawa. Madu sumbawa terkenal karena khasiatnya yang berbeda dengan madu-madu lain yang ada di Indonesia.

Jenis lebah yang tinggal di hutan sumbawa adalah lebah abis dorsata atau yang kerap disebut dengan lebah cerana. Lebah abis dorsata sudah diakui oleh para ilmuan dunia sebagai lebah terbaik penghasil madu dengan kualitas terbaik. Wajar jika sumbawa memiliki madu dengan kualitas terbaik di Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, mengapa madu sumbawa menjadi favorit para pecinta madu serta madu sumbawa menjadi madu terbaik yang ada di Indonesia?  Yuk simak selengkapnya keunggulan madu hutan sumbawa.

1. madu sumbawa memiliki kandungan air yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan madu dari daerah lain di Indonesia. Hal ini didukung dengan faktor geografis sumbawa yang panas dan cuaca yang kering sehingga membuat kandungan air madu sumbawa lebih rendah.

2. Madu sumbawa dihasilakn dari lebah abis dorsata yang merupakan lebah penghasil madu terbaik di Indonesia. Yang mana makanan dari lebah penghasil madu di sumbawa berasal dari bunga pohon bidara yang terkenal memiliki khasiat pengobatan.

Nah, selanjutnya, apa saja manfaat dari madu hutan sumbawa?

1. Membantu menjaga stamina dan kesehatan ibu hamil selama mengandung. Selain itu, membantu asupan gizi yang tinggi bagi pertumbuhan janin selama dalam kandungan.

2. Membantu perkembangan otak bayi karena otak bayi akan terus berkembang sampai usia menginjak 5 tahun

3. Membantu ibu dalam meningkatkan nafsu makan anak. Adanya unsure vitamin B yang terkandung dalam madu membuat si kecil tumbuh sehat dan tahan terhadap penyakit.

4. Membantu stamina bagi yang sudah lanjut usia.

5. Menjaga kesehatan mata

6. Untuk mengobati luka dan mencegah infeksi pada luka.

7. Memperkuat sel darah putih dan menstabilkan tekanan darah.

8. Menambah kesuburan suami istri dan menambah tenaga / stamina

9. Mengobati anemia dan alergi.

10. Mencegah osteoporosis

11. Mengatasi gangguan pernafasan dan sembelit.

12. Menghilangkan gejala penyakit asma

13. Mengatasi gangguan jantung dan radang tenggorokan, dll.

Bagaimana cara mengkonsumsi madu hutan sumbawa? Caranya mudah saja, konsumsi secara teratur 3 kali sehari sebanyak 1 sendok makan untuk dewasa dan setengah sendok makan untuk anak-anak. Jika rutin mengkonsumsi madu hutan, tidak mustahil anda akan kebal dari penyakit.

Sumber: sharingdisana

Minggu, 11 Desember 2016

Pengembangan Madu Hutan di Sumbawa NTB


Sumbawa, salah satu Kabupaten di Provinsi NTB (dengan luas 516.242 Ha atau (48.67 %). Merupakan salah satu wilayah yang cukup penting bagi upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Nusa Tenggara, walaupun secara luasan relatif lebih kecil di banding wilayah lai di Indonesia. Dan salah satu potensi alam yang dikembangkan di Kabupaten Sumbawa adalah madu hutan.

Madu lebah hutan di Sumbawa sebagian besar di hasilkan oleh jenis lebah dari Apisdorsata atau oleh banyak kalangan perlebahan dikategorikan sebagai batu raksasa karena ukurannya lebih besar dari jenis lebah madu lainnya. Jenis Apis dorsata ini merupakan jenis lebah hutan yang hingga saat ini di kalangan masyarakat Sumbawa belum dapat dibudidayakan baik dengan cara tertutup maupun dengan cara terbuka. Species lebah ini dapat di temukan di seluruh desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan. Jumlah desa yang berbatasan langsung dengan hutan sebanyak 114 desa dari jumlah total 145 desa di kota Kabupaten Sumbawa.

Sejak puluhan tahun lalu, lebah hutan ini dimanfaatkan oleh masyarakat Sumbawa untuk diperdagangkan sehingga Sumbawa dikenal sebagai daerah penghasil madu. Pengelolaan madu oleh masyarakat Sumbawa umumnya dilakukan secara tradisional, dengan memanjat Boan (sebutan bagi pohon tinggi yang memiliki sarang lebah). 1 Boan terdapat 1-10 sarang. Pemanjat biasanya menggunakan Api Poyong untuk mengusap sarang atau koloni. Untuk memanjat masyarakat menggunakan Rangke atau Lonto semacam tangga yang dipakai panjatan pohon tinggi (boan). Waktu pengambilan madu dilakukan pada siang hari, hal ini memberikan kesempatan pada lebah untuk dapat kembali pada pohon setelah proses selesai. Seluruh bahan dalam proses pengambilan madu bersumber dari sekitar hutan.

Berdasarkan tipologi hutan wilayah Kabupaten Sumbawa, pemasok madu terbanyak di Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS) dengan kisaran 5 – 10 ton/tahun, potensi madu di peroleh dari tipologi :

Hutan dengan asosiasi-asosiasi tanaman tertentu;
hutan tropik lembab (± 1000 mdpl) yang banyak terdapat jenis Kelicung (Dyospyros sp), Gaharu (Aquilaria caryota), Ipil (Instia bijuga), terdapat juga asosiasi-asosiasi Dipterocarpaceae, asosiasi Duobanga moluccana (Rajumas/Rimas);
hutan Riparian (hutan di lembah sepanjang sungai) dicirikan dengan pohon menjulang tinggi misalnya Binong (Tetrameles nudiflora), Serianthes sp., Lagerstroemia speciosa, Eugunia subglauca.
Pasokan madu di JMHS sebanyak 1-5 ton 1 tahun di peroleh dari tipologi ; ( 1 ) hutan berdiri ( Thorn Forest ) dengan tegakan tinggi ratarata 10-15 meter dengan penampakan kulit mengelupas dan berduri Kesambi (Schleichera oleosa), pulai (Alstonia spp), asam (Tamarindus spp) ; (2) hutan tropik kering (100 mdpl) dengan sebaran jenis familia Legum (polong-polongan), Fabaceae, Meliacear, Pohon Ketimis (Protium javanicum), kesambi/kesaming (Schleichera oleosa), dll. (3) hutan Mangrove. Tanaman lokal yang merupakan pohon (boan) adalah jenis Kesambi/Kesaming (Schleichera oleosa), Pulai/Lita (Alstonia spp), Asam (Tamarindus spp), Binong (Tetrameles nudiflora), Putat (Barringtonia acutangula), Kemiri, Bidara. Sedangakan tanaman lokal yang merupakan sumber pakan lebah hutan adalah Kesambi/Kesaming (Schleichera oleosa), Asam (Tamarindus spp), Putat (Barringtonia acutangula), Maja (Eugenia operculata), Doat/Duwet (Eugenia polyantha), Salam (Artocarpus elasticus), Kemiri, Bidara, Semaksemak, dll.

MANFAAT PENGEMBANGAN MADU TERHADAP MANUSIA DAN KONSERVASI
 Bagi Manusia
Khusus masyarakat Sumbawa merupakan sumber mata pencaharian dan secara umum
sebagai produk perekonomian. Lebah merupakan sumber plasma nutfah, objek pendidikan,
penelitian dan pariwisata minat khusus; madunya sebagai sumber obat dan penjaga
kesehatan yang paling baik.
 Bagi Flora
Sebagai agen penyerbuk yang menunjang bagi perkembangbiakan berbagai jenis tumbuhan.
 Bagi Lingkungan dan Konservasi
Adanya kearifan masyarakat kondisi hutan dapat terjaga dari perambahan dan kebakaran,
selain penjagaan masyarakat juga melakukan pembinaan habitat serta reboisasi dan
rehabilitasi dengan jenis pohon yang menjadi pakan lebah.

MANFAAT PEMBERDAYAAN MADU TERHADAP KELESTARIAN HIDUP LEBAH ITU SENDIRI

 Pengembangan teknik panen seperti :
a. Pemanenan di siang hari
b. Sistem pengasapan
c. Pemanenan sarang madu/lebah

 Dulunya panen dilakukan pada waktu malam hari, katanya lebih jinak dibandingkan pada waktu siang hari, tapi dengan panen malam hari, lebah biasanya tidak bisa kembali lagi ke sarangnya atau jatuh ke air dan mati, karena lebah memerlukan matahari untuk membantu navigasinya.

 Asapan yang digunakan dengan menggunakan akar kayu tidak hanya mengusir lebah tetapi juga membunuh, karena lebah menyerang bara api ketika malam. Dengan teknik pengasapan bisa mengatasi jumlah kematian lebah.

 Sarang lebah tidak dipanen seluruh sarang, tetapi hanya kepala madu tempat lebah menyimpan madunya. Dengan demikian, lebah dapat membuat kembali kepala madu dan mengisinya kembali jika pakan cukup banyak musim itu. Dengan begitu, bisa lebih dari sekali panen satu sarang semusim dan juga anak-anak lebah akan dapat berkembang dengan baik.

 Penjagaan dan pembinaan habitat lebah selain dapat meningkatkan hasil madu juga sekaligus menjaga dan melestarikan kehidupan lebah itu sendiri.

Pengembangan Pusat Pembelajaran Pengolahan Madu Hutan :

 Pemanfaatan HHBK madu hutan di Sumbawa masih dilakukan secara tradisional, sehingga diperlukan kebijakan yang dapat membingkai upaya tradisional yang dapat mendukung konservasi hutan melalui lebah hutan;

 Permenhut No.P.37/Menhut-II/2007 tentang HKm, diatur bahwa pemanfaatan HHBK madu hutan sebagai bagian dari Hkm. Ini menunjukkan bahwa kedepan akan ada Hkm Madu hutan (luput dari perhatian kalangan penggiat Hkm). Bagaimana konsep dan prakteknya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama JMHS–JMHI– NTFP EP, akan mendorong hal ini sebagai satu model Hkm diluar mainstream Hkm selama ini. Sekaligus menjadi pusat pembelajaran madu hutan di Indonesia Bagian Timur.

Sumber: negerikaya

Madu Di NTB, Kurangi Ketergantungan Hasil Hutan


Di-SK-kannya NTB khususnya Kabupaten Sumbawa sebagai daerah unggulan penghasil madu secara nasional oleh Kementerian Kehutanan RI, merupakan kebijakan pemerintah terhadap Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). HHBK sendiri sebagaimana dijelaskan, Kabid Pemamfaatan Hutan, Dinas Kehutanan NTB, Sumaedi, bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada hasil hutan, peningkatan pendapatan masyarakat sekitar hutan serta kesadaran menjaga hutan, meningkatkan devisa Negara dari sector kehutanan non kayu dan meningkatkan lapangan kerja baru dari komoditi HHBK.

Dalam upaya penguatan kelembagaan kelompok tani madu di Sumbawa, telah dilakukan berbagai upaya antara lain, pembentukan dan pendampingan kelompok oleh Dishut NTB sejak tahun 2002-2008 melalui program pengembangan HHBK dan program pengembangan usaha masyarakat sekitar hutan produksi.

Selain itu juga dilakukan workshop pengelolaan madu hutan pada pohon tinggi yang dipasilitasi oleh Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS), Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI), NTFP-EF Phlifina, Puslitbang Madu Hanoi Vkietnam tahun 2007. Pendidikan lingkungan hidup dalam rangka konservasi DAS berbasis lebah madu (kerjadsama JMHS dengan ecosystem grant. Pendidikan dan pelatihan pemanfaatan dan pengelolaan madu hutan olenh BLK Kupang tahun 2009. Bantuan peralatan dan modal usaha program PUMSHP. Bangtuan peralatan dan modal usaha Dishut NTB 2005-2008, mempasilitasi pembentukan Perdes tentang perlindungan “Boan” dan vegetasi lainnya di Batulanteh oleh JMHS, Pemdes dan Pemkab Sumbawa. Pelatihan internal system control untuk memperoleh label sertifikasi organic yang dilaksanakan oleh Aliansi Organik Indonesia bekerjasama dengan petani Danau Sentarum tahun 2009. Berikutnya pelatihan pembuatanlilin madu untuk kelompok perempuan anggota JMHS oleh WWF Riau dan pengusaha lilin madu Surabaya tahun 2009.

Menyinggung pemasaran Sumaedi menjelaskan, peningkatan dan penjaminan kualitas madu Sumbawa dilakukan melalui perbaikan teknik pemanenan (menggunakan sistem panen lestari dengan sistem tiris dan tidak lagi menggunakan sistem peras) dengan kontrol yang ketat dari Jaringan Madu Hutan Sumbawa, JMHI dan Perusahaan Mitra dan Lulus Uji BPOM.

Sdelanjutnhya “Brand And Labeling” yang sudah dikemas dalam berbagai model kemasan/branding  dan berbagai ukuran. Sekarang sedang dipersiapkan Label dalam bahasa Inggris. Diversifikasi product, pembuatan Lilin Madu sebagai hasil sampingan yang memiliki prospek potensial.

Dari sisi harga produk madu Sumbawa sudah mengalami peningkatan harga jual. Sedangkan pemasaran madu Sumbawa dilakukan mellaui berbagai jalur distribusi dan cheneling terpercaya antara lain PT Dian Niaga Jakarta, PT UKM UMWY Jakarta, outlet JMHS/JMHI, outlet Koperasi Dinas Kehutanan NTB, Dinas Perkebuinan NTB dan retail lainnya.

Ditinjau dari corverage pemasaran, madu Sumbawa dipasarkan di tingkat lokal, regional, nasional bahkan ingternasional. Promosio madu dilakukan melalui workshop madu, wisata madu dan berbagai seminar serta iklan melalui media cetak seperti bulletin “Alam Sumbawa”.

Selain itu Pemda membangun sarana penunjang. Ini dimaksudkan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kontinyuitas produksi madu, Badan Penelitian Kehutanan Mataram membangun perekayasaan bangunan penurunan kadar air madu hutan Sumbawa.

Sedangkan untuk upaya penelitian dan pengembangan telah dilakukan identifikasi vegetasi penyusun KH Batulanteh oleh LIPI tahun 2009 termasuk Boan atau pohon tempat lebah madu membentuk kolono. Analisi rantai nilai pemasaran madu hutan Sumbawa dan analisi margin tata niaga madu alam Sumbawa (BPK tahun 2010).

Sumber: suarakomunitas
Foto: araliatry

Senin, 05 Desember 2016

Manfaat Madu Sumbawa


Bagi anda yang sedang hamil wajib baca artikel 3 Manfaat Madu Sumbawa Untuk Ibu Hamil ini. Sebab tak jarang orang beranggapan bahwa orang hamil tidak boleh meminum madu. Nah, berikut ini khasiat madu untuk ibu hamil yang kami kumpulkan dari berbagai bacaan dan pengalaman.

Manfaat Madu Mencegah Keputihan Saat Hamil
Iya, ini khasiat madu yang paling nyata bagi ibu hamil. Untuk anda tahu, keputihan sebenarnya diakibatkan oleh banyaknya bakteri dan jamur. dan madu memiliki kandungan anti bakteri yang sangat hebat. Nah mengkonsumsi madu secara alami akan mengurangi bahkan mencegah ibu hamil mengalami keputihan. Rutinkan minum madu secara teratur setiap hari untuk mendapatkan hasil maksimal.

Khasiat Madu Dapat Mencegah Gula Darah
Gula darah sangat berbahaya bagi ibu hamil. Maka dengan madu yang kaya glukosa dan fruktosa bisa membantu mengendalikan kadar gula dalam darah. Berbeda dengan gula, manis dalam madu tidak akan membuat kadar gula dalam darah menjadi meningkat. Untuk dapat mencegah anda rutinkan meminum segelas madu sumbawa pagi dan sore hari.

Manfaat Madu Sumbawa meningkatkan stamina ibu hamil
Manfaat madu sumbawa untuk ibu hamil yang lain yakni sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh. Hal tersebut dikarenakan madu mengandung zat antioksidan dan antibakteri yang sangat tinggi, selain itu juga mengandung asam amino, enzim dan mineral yang sangat baik yang dibutuhkan.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari minum madu sumbawa, anda dapat meminum di pagi hari serta malam hari.

Itulah 3 Manfaat Madu Sumbawa Untuk Ibu Hamil, silakan and baca artikel lainnya tentang manfaat madu untuk ibu hamil. Atau manfaat madu untuk bayi. Catatannya, konsumsi madu unuk ibu hamil tidak baik berlebihan, karena biasanya akan mengakibatkan perut ibu hamil terasa hangat. Tapi itu tidak berbahaya selama dikonsumsi dengan wajar. Hindari pula mengkonsumsi madu saat usia kandungan masih sangat baru, minimal kandungan telah berusia 5 atau enam bulan. Sebab konon bakteri yang ada di lebah madu bisa menstimulasi kurang sehatnya perkembangan janin. semoga bermanfaat

Sumber: madusumbawa.com
Foto: jaringanmaduhutansumbawa

Jumat, 02 Desember 2016

Madu Rinjani


Kelompok tani  SARI MADU, Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, dengan hasil panen berupa madu, terbentuk tanggal 10 Juli 2006 silam. Kelompok Tani Sari Madu ini telah mampu mengembangkan usahanya melalui 34 orang anggotanya dengan luas areal yang menjadi garapan anggota kelompoknya 26,15 Ha.

Latar belakang terbentuknya kelompok Tani Sari Madu didasarkan atas inisiatif dan kesadaran dari seluruh warga masyarakat desa atas pengalaman masyarakat betapa sulit dan tidak enak hidup dan bekerja sendiri-sendiri. Sehingga para tokoh agama, tokoh masyarakat bermusyawarah sepakat untuk membentuk sebuah kelompok yang kemudian dinamakan Kelompok Tani Sari Madu, Di awal terbentuknya, hal-hal yang dilakukan anggota kelompok Tani Sari Madu di wilayah ini adalah tanaman jagung dan jambu mente. Seiring dengan berjalannya waktu, kelompok ini juga telah mampu mengembangkan usaha lain yaitu Budidaya Lebah Madu yang ternyata saat ini menjadi produk unggulan dari Kelompok Tani Sari Madu.

Pengalaman membuktikan bahwa budidaya lebah madu yang dijalankan anggota kelompoknya, ternyata tidak membutuhkan lahan yang luas, namun hasilnya sungguh luar biasa. Hal inilah yang membuat anggota kelompok semakin berminat untuk mengembangkan usahanya. Dengan demikian, maka niat anggota kelompok dalam mengembangkan usahanya tersebut terus bermunculan untuk tetap berkeinginan untuk menanam pohon di lahan yang memang menjadi areal produksi madu miliknya.

Bersama Pemerintah Daerah Kab. Lombok Utara bekerja keras melakukan upaya-upaya rehabilitasi hutan dan lahan serta perbaikan lingkungan secara serius dan terus-menerus agar pengelolaan dan pemanfaatan potensi sumber daya hutan melalui pengembangan tanaman dan hasil hutan bukan kayu dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan. Dengan melakukan program tersebut, tentu bencana tanah longsor dapat dicegah, sehingga masyarakat dapat hidup dengan tenang, aman dan sejahtera. Nampak usaha nyata di mana terlihat kesadaran masyarakat untuk menanam pohon dan memperbaiki lahan kritis dan gersang menjadi hijau. Dari segi ekologi memang sudah nampak baik, namun masih belum menjamin perbaikan ekonomi masyarakat. Untuk itu Bupati minta untuk berkreasi dan mencari solusi agar dapat dikembangkan program yang dapat meningkatkan pendapatan petani, seperti yang nampak saat ini pengembangan budidaya lebah madu.

Saat ini peternak lebah madu di Desa Mumbul Sari, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kewalahan memenuhi permintaan konsumen karena volume produksi masih terbatas. Menurut Syafruddin Ketua Kelompok Tani, pada musim kemarau seperti sekarang permintaan sedang ramai karena madu yang diproduksi lebih bagus kualitasnya dibandingkan saat musim hujan. Namun upaya menambah skala produksi masih dihadapkan pada kendala ketersediaan pakan berupa jenis bunga yang menjadi sumber makanan lebah. Sumber pakan yang tersedia saat ini masih sebatas pada jenis bunga pohon dadap dan pohon kapuk. Diharapkan adanya aneka jenis bunga yang bisa jadi sumber pakan, sehingga mempengaruhi kualitas rasa madu. Namun hal ini masih sulit diwujudkan, apalagi pada musim hujan, bunga agak jarang. Kendala lainnya adalah menekan kadar air yang terkandung dalam madu sebagai akibat musim hujan.

Untuk itu perlu dilakukan upaya mengkomunikasikan Madu Mumbulsari, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan usaha tani yang lebih maju. Di bawah ini adalah proses pembuatan materi komunikasi visual dalam beberapa alternatif desain untuk kebutuhan promosi Madu Mumbulsari, hasil eksplorasi Yashinta dan rekan-rekan. Mereka adalah para mahasiswa DKV School of Design BINUS University, yang turut mendukung kegiatan Festival Panen Raya Nusantara.

Sumber: panenrayanusantara

Madu Sumbawa Masih Menjadi Madu Terbaik Nasional


Madu Sumbawa saat ini masih menjadi madu terbaik nasional. Seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen, madu sumbawa saat ini banyak yang di kirim ke luar daerah terutama jakarta, bogor, bekasi dan sebagian jawa timur.

Namun permintaan yang sangat besar ini sedikit membuat para pengumpul madu hutan sumbawa, khususnya yang masuk dalam perkumpulan koperasi merasa kelimpungan.

Untuk mengatasi hal tersebut, kami menawarkan madu jenis lainnya juga selain madu sumbawa, yakni madu Trigona. Madu jenis ini relatif lebih mahal dibandngkan madu sumbawa, asalnya juga bukan dari sumbawa tetapi dai Lombok Nusa Tenggara Barat.

Madu Trigona dijual di petani dengan harga pasaran 250 ribu per botolnya dan kami packing ulang dengan jerigen 500 ml harga 200ribu rupiah.

Sumber: madusumbawa

Kamis, 01 Desember 2016

Cara Uji Keaslian Madu Asli


Cara menguji keaslian madu asli ini hanya berdasarkan pengalaman saja, bukan berdasarkan penelitian ilmiah. Namun begitu cukup meyakinkan. Dan belakangan saya baru tahu, beberapa cara ini ini sebetulnya tidak bisa mensahihkan cara pengetesan madu asli. Hanya untuk melihat kadar air madu.

Pertama: Menguji Madu Asli dengan Cara membakar

Cara ini pernah disiarkan sebuah televisi swasta dan layak anda coba. Coba anda tuangkan madu di sebuah sendok dan bakar. Indikator keaslian akan terlihat ketika anda melihat busa melimpah dari didihan madu yang di bakar, dan hal ini tidak terjadi pada madu palsu.

Indikator kedua, jika setelah dibiarkan dingin, baku yang sudah dibakar tadi coba aduk dengan batang korek api atau apa saja, madu asli akan serupa benang-benang putih yang lembut, jika ditarik tidak akan membentuk benang keras dan mudah patah seperti halnya terjadi pada madu palsu. Biasanya orang membuat madu palsu dari bahan dasar gula, maka anda bisa lihat karakteristiknya akan sama ketika anda bakar gula putih dengan cara yang sama.

Kedua : Coba anda teteskan madu asli di kuku anda, jika langsung jatuh meleleh berarti kadar air madu asli ini tinggi. Dan biasanya kadar air inilah yang menunjukkan kualitas madu tersebut. Semakin kental semakin bagus.

Ketiga : bawa ke BP POM dan minta hasil analisisnya terkait kandungan madu.

Ya hanya itu cara yang paling tepat menurut pengalaman kami Madu Sumbawa terkait Cara Uji Keaslian Madu Asli. Selebihnya tentu akan lebih meyakinkan bila anda langsung ambil sendiri dari sarangnya untuk mendapatkan madu yang benar-benar asli.

Sumber: madusumbawa